5 Tools Menjadi Orang Sukses

Siapapun kalau ditanya ingin jadi apa, jawabannya beragam, namun intinya adalah INGIN MENJADI ORANG SUKSES. Nah, jika mendefinisikan kesuksesan, ingin menjadi orang yang sukses seperti apa? Pastinya, kesuksesan itu harus dijalani dengan cara yang positif dan tidak merugikan orang lain atau bertentangan dengan norma hukum. Betapa banyak orang, contohnya para pejabat tinggi negara kita yang berhasil memegang kekuasaan, sukses menurut kacamata masyarakat, namun ujung-ujungnya tersandung kasus korupsi milyaran sampai triliyunan. Itulah contoh orang-orang sukses yang menghalalkan segala cara dan ingin cepat berhasil tanpa proses berlelah-lelah ria.

Ada banyak teori yang bisa diterapkan untuk menjadi sukses. Beragam cara agar cepat kaya, berhasil menembus universitas idaman, menjadi pribadi yang lebih disukai, dan cara menarik lainnya telah dibahas di banyak buku atau internet. Tapi kadang masih saja kita masih belum bisa menerapkan atau mendapatkan hal terpenting apa yang bisa membimbing langkah menuju kesuksesan.

Dari berbagai tips dan trik ada beberapa tools penting dan mendasar agar kita menjadi magnet bagi kesuksesan.

  • Memiliki goal yang jelas

Tak hanya ingin sekadar menjadi sukses, tapi kita harus bisa menentukan secara spesifik apa dan seperti apa yang ingin kita capai. Mulailah dari hal sederhana, misalnya ingin menurunkan berat badan. Jangan hanya berangan-angan ingin tubuhnya semacam Jennifer Lopez saja, tapi konsultasikanlah dengan ahli gizi atau dokter Anda (jika Anda memang obesitas), lalu pilih diet yang tepat.

Tentukan goal ingin turun berapa kilo dalam beberapa bulan. Buatlah goal yang masuk akal. Goal besar itu lalu dipecah menjadi goal bulanan, kemudian diturunkan kembali menjadi goal harian. Misalnya, mengurangi jatah nasi putih dan mengganti dengan nasi merah dan berolahraga dua puluh menit sehari. Merasa sibuk? Olahragalah di rumah dengan bangun lebih pagi. Ada banyak video yang bisa diunduh mengenai cara berolahraga di rumah tanpa harus pergi ke gym. Kuatkan tekad dan tulis pencapaian harian hingga membuat diri kita bangga. Terapkan cara itu … Read the rest

Read More

Menjelajahi Potongan Keindahan Tersembunyi di Kota Blitar

Liburan panjang Natal dan Tahun Baru sudah menggelitik banyak orang untuk menjadwalkan liburan ke tempat-tempat baru, termasuk saya juga. Saya, Devi, Sari dan juga Metha, empat orang  gadis yang senang traveling kebetulan memiliki jadwal libur yang sama meski tempat kerja kami berbeda-beda. Jadi setelah mencocokkan tanggal, diputuskanlah liburan dari tanggal 23 sampai 25 Desember 2017 lalu kami menjelajahi kota Blitar.

Kota Blitar bukanlah kota yang asing buat saya. Sejak kecil, saya sudah beberapa kali pergi ke kota tersebut tetapi ujung-ujungnya hanya mengunjungi makam dan bekas rumah tokoh Proklamator Nasional, Bung Karno. Ikon utama wisata Blitar lainnya tak sepopuler kompleks makam Bung Karno. Oleh sebab itu, berbekal  sedikit pengetahuan dan gambar-gambar dari instagram, kami menyusun itinerary sendiri menuju tempat wisata yang tak kalah menariknya. Hotel dan juga mobil beserta driver sudah didapat, kami juga sudah membayar uang muka sewa peralatan kemah. Di hari kedua nantinya, kami berencana untuk berkemah di kebun teh, dan hanya di hari pertama saja menginap di hotel.

Semua persiapan sudah selesai, tinggal membeli tiket kereta api. Blitar dianggap sebagai kota dalam jangkauan jarak dekat dari Surabaya sehingga tidak bisa dipesan online. Repotnya, bila ingin naik kereta dalam jarak dekat, pembeli harus antre di stasiun sejak pagi. Singkat cerita, hal ini membuat saya dan teman-teman jadi kapok naik kereta dalam jarak dekat. Karena apa? Kami mendapat tiket berdiri, tanpa tempat duduk! Kalau mau naik bus pun rasanya sangat tidak mungkin, mengingat saat ini jalur darat Surabaya-Malang-Blitar sudah sangat macet dan salah satu kawan saya memiliki fobia naik bus. Kami pun pasrah dan tetap gembira karena yang mendapat tiket tanpa tempat duduk tidak hanya kami berempat, tetapi ratusan penumpang.

Cobaan belum berhenti sampai di situ. Tiket keberangkatan sudah ada di tangan dan kami akan berangkat pukul 8.30 pagi pada tanggal 23. Lucunya, Sari malah baru berangkat pukul 7.30 dari … Read the rest

Read More

Indonesia Fashion Week 2018

Beberapa waktu lalu baru saja digelar event tahunan industri mode, yaitu Indonesia Fashion Week 2018. Acara ini berlangsung di Jakarta Convention Center selama lima hari, terhitung sejak tanggal 28 Maret hingga 1 April 2018. Ini adalah event yang wajib banget dihadiri oleh para fashionista untuk meng-update perkembangan mode Indonesia.

Indonesia Fashion Week sudah berjalan sebanyak 7 kali sejak tahun 2012, yang berawal dari harapan terakomodirnya kebutuhan para perancang busana Indonesia dalam mempromosikan dan memasarkan karya-karya mereka. APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) mencetuskan ide ini sehingga sekarang setiap tahunnya selalu menjadi sorotan media secara luas.

Saya mendapat undangan dari Kumpulan Emak Blogger untuk hadir pada hari keempat (31 Maret 2018), show kelima. Yaitu peragaan busana dengan tema Sinar & Pijar persembahan Wardah. Terdapat 8 designer ternama yang berpartisipasi dalam fashion show kali ini. Mereka adalah Rani Hatta, Ria Miranda, Restu Anggraini (ETU), Malik Moestaram, Zaskia Sungkar, Norma Hauri, Dian Pelangi dan Barli Asmara.

Pada undangan saya mendapatkan seat tribun A, bukan  VIP apalagi VVIP. Jadi mohon maaf ya, gengs kalau fotonya agak jauh, banyak noise dan ada foreground kepala-kepala pengunjung lain. Harap maklum, selama acara berlangsung penonton dilarang berdiri.

Rani Hatta

Rani Hatta adalah designer baju muslim dengan ciri khas casual, modern dan minimalis. Busana yang dibawakannya pada Indonesia Fashion Week 2018 bertema army look. Saya agak surprise dengan rancangannya yang benar-benar casual, selere saya banget soalnya haha. Ya ampun keren abis lah. Jadi busana ini adalah busana unisex atau yang bisa dan pantas dipakai baik oleh perempuan maupun laki-laki. Melalui design ini Rani Hatta ingin menampilkan sisi perempuan yang kuat dan futuristik.

Masih muda, cantik dan berbakat di bidang mode.

Nah ya, saking jauhnya tempat duduk saya sampai enggak tahu model-model catwalknya itu siapa aja. Baru sadarnya kalau di sini Rani Hatta bergandengan dengan Raline Shah justru … Read the rest

Read More

Apakah Olahraga di Rooftop Saat Malam Hari Baik untuk Kesehatan?

Kemarin saya dihubungi seorang pewarta media nasional, dengan tujuan untuk mengetahui pendapat saya sebagai praktisi yoga tentang tren olahraga malam hari di atap bangunan alias rooftop.

Memang saya amati ada komunitas-komunitas yang dengan sengaja membuat jadwal latihan fisik di malam hari dengan tujuan untuk mengakomodasi para pekerja kantoran usia produktif yang ingin tetap bisa berolahraga tetapi tidak sempat melakukannya di pagi hari.

Ada beberapa hal yang menurut saya perlu diperhatikan bagi mereka yang ingin berolahraga di malam hari.

Tidak terlalu dekat dengan jam tidur

Hal pertama yang menurut saya perlu diperhatikan saat berolahraga di malam hari ialah usahakan untuk tidak melakukannya saat mendekati waktu tidur.

Kenapa? Karena tubuh kita ini sudah memiliki irama sirkadian (irama alami kerja tubuh) yang diatur secara alami, dan ditandai dengan terbit dan tenggelamnya matahari. Manusia memiliki kecenderungan sebagai makhluk diurnal, bukan nocturnal. Artinya, manusia itu berkegiatan di pagi sampai petang hari dan begitu matahari sudah tenggelam, tubuh manusia melambatkan kinerjanya untuk fase istirahat yang diperlukan agar tetap bisa berfungsi baik. Karena itulah, manusia tidak bisa disamakan dengan kelelawar atau burung hantu yang nocturnal atau beraktivitas di malam hari.

Saat kita berolahraga terlalu larut dan dekat dengan jam tidur, tubuh kita cenderung hangat dan adrenalin terpacu, sehingga bagi sebagian orang ini justru membuat mereka bersemangat, bukannya tertidur pulas pada malam harinya.

Memang olahraga akan membuat tubuh melepaskan hormon endorfin sehingga membuat kita lebih rileks dan tertidur lebih pulas. Namun, patut diingat bahwa tidak semua orang merasakan efek yang sama. Ada yang mendapati efek overstimulasi sehingga tidur mereka justru terganggu. Ini yang pernah saya alami setelah saya beryoga dengan intens (banyak pose-pose inversi yang lumayan menguras tenaga) di malam hari. Alih-alih merasa rileks dan mengantuk, saya malah melek semalaman dan bersemangat. Jelas esoknya saya justru makin lemas karena kuantitas dan kualitas tidur berkurang. Tentu … Read the rest

Read More

Memangnya Kenapa Kalau Hanya Pernikahan Sederhana?

Hai, kamu akan baca tips dari saya soal resepsi pernikahan sederhana. Boleh percaya boleh enggak sih, soalnya pernikahan saya sendiri enggak tergolong sederhana kayaknya hahahaha. Tapi justru karena saya sudah melewatinya, saya jadi tahu mana yang perlu dan mana yang enggak penting-penting amat dalam sebuah resepsi pernikahan. Jadi buat kamu yang sudah pengin nikah tapi belum melamar atau dilamar, harus baca sampai selesai. Mudah-mudahan setelah ini makin mantap ya…

Sederhana memiliki arti tidak berlebihan dan sedang-sedang saja. Tidak terlalu mewah, tidak terlalu tinggi dan yang pasti tidak melampaui batas kemampuan. Kadar sederhana bisa berbeda pada setiap individu. Sederhana sesuai selera, adat istiadat dan biasanya sesuai dengan budget.

Sedangkan makna dari pernikahan yaitu perkawinan yang dilakukan oleh sepasang manusia—pria dan wanita, sesuai dengan ajaran agama dan hukum yang berlaku. Inti dari menikah adalah kehidupan berdua setelah akad nikah dan resepsi (jika diperlukan).

Hal Terpenting Dalam Persiapan Resepsi Pernikahan

Sekarang mari kita  bandingkan. Ada artis mau nikah dan waktu konferensi pers dia bilang “Acaranya nanti sederhana aja kok, cuma mengundang keluarga dan teman-teman dekat…” dan seterusnya. Lalu,Konsepnya juga simple, resepsi di hotel milik keluarga, baju pengantin enggak mewah—cuma 150 juta.” Itu pernikahan sederhana menurut kalangan artis. Sederhana menurutnya tetap saja menghabiskan uang ratusan juta rupiah.

Kalau bagi orang biasa—kayak saya, pernikahan sederhana ya cuma akad nikah mengundang keluarga dan teman dekat, acaranya di rumah pula. Kalau mau bikin resepsi berarti udah enggak sederhana lagi hahaha. Makanya saya bilang pernikahan saya mewah soalnya saya pakai resepsi segala, dengan menyebar 1.500 undangan. Uhuk!

Jadi seberapa sederhana sebuah resepsi pernikahan itu tergantung kemampuan sih kalau menurut saya. Ngomongin pernikahan kan ujung-ujungnya akan mentok di budget. Dan saya suka sedih aja kalau ada orang yang mimpi punya pesta pernikahan yang ‘wah’ padahal kemampuannya biasa aja. Rajin menabung sih iya buat modal nikah, tapi … Read the rest

Read More

Menyentuh Aroma Sejarah Kerajaan Jawa di Museum Ullen Sentalu

Museum adalah satu kata yang identik dengan kuno, ketinggalan zaman dan juga tua. Lekat dengan frasa tua, maka museum menjadi tempat yang jarang menarik minat pengunjung apalagi untuk anak-anak dan orang muda. Memang benar karena kenyataannya museum di Indonesia itu umumnya terkesan hanya dipakai sebagai gudang barang-barang bersejarah dan dipamerkan tanpa penataan dan manajemen yang rapi. Namun meski begitu saya justru lebih tertarik mengunjungi lokasi bersejarah seperti candi, bangunan kuno atau museum selain pergi ke alam bebas. Dan sejauh ini baru ada satu museum yang membuat saya ingin kembali berkunjung yaitu Museum Ullen Sentalu.

Saya mengunjungi museum ini setahun lalu tepatnya 29 Maret 2017. Berpetualang bersama seorang sahabat saya, Devi, kami menuju ke museum yang berlokasi di kawasan Kaliurang itu berbekal Google Map dan sepeda motor. Kami mendatangi Yogyakarta dengan niatan untuk menjelajahi lokasi wisata yang berbeda dari biasanya. Jadi tak ada jadwal ke pantai-pantai dan juga mampir ke candi. . Perjalanan lumayan melelahkan, mungkin sekitar dua jam namun karena suhu udara Kaliurang yang sejuk serta pengalaman di museum yang memesona, membuat kami tak menyesal jauh-jauh ke sana.

Sesampainya di sana, awalnya saya agak underestimate begitu waktu lihat bagian depan museum. Kok kesannya jadul banget dan juga agak seram ya? pikir saya. Terus terang sewaktu memutuskan untuk ke Ullen Sentalu, saya tak banyak browsing atau mencari informasi. Hanya berbekal sebongkah ingatan dari artikel yang pernah saya baca di surat kabar, maka saya memutuskan untuk pergi. Tapi setelah memasuki bagian loket, pesimisme saya buyar. Saya jatuh cinta dari patung perempuan yang terletak di lobi.

 

Dok. Pribadi (di bagian lobi museum)

Pengunjung harus menunggu sekitar lima belas menit sekali sebelum masuk. Rombongan pun dibatasi sampai sekitar belasan orang saja. Satu rombongan akan didampingi guide. Terlihat sekali jika manajemen museum ini sangat rapi dan karena didampingi guide, pengunjung tak harus membaca … Read the rest

Read More