Memangnya Kenapa Kalau Hanya Pernikahan Sederhana?

Hai, kamu akan baca tips dari saya soal resepsi pernikahan sederhana. Boleh percaya boleh enggak sih, soalnya pernikahan saya sendiri enggak tergolong sederhana kayaknya hahahaha. Tapi justru karena saya sudah melewatinya, saya jadi tahu mana yang perlu dan mana yang enggak penting-penting amat dalam sebuah resepsi pernikahan. Jadi buat kamu yang sudah pengin nikah tapi belum melamar atau dilamar, harus baca sampai selesai. Mudah-mudahan setelah ini makin mantap ya…

Sederhana memiliki arti tidak berlebihan dan sedang-sedang saja. Tidak terlalu mewah, tidak terlalu tinggi dan yang pasti tidak melampaui batas kemampuan. Kadar sederhana bisa berbeda pada setiap individu. Sederhana sesuai selera, adat istiadat dan biasanya sesuai dengan budget.

Sedangkan makna dari pernikahan yaitu perkawinan yang dilakukan oleh sepasang manusia—pria dan wanita, sesuai dengan ajaran agama dan hukum yang berlaku. Inti dari menikah adalah kehidupan berdua setelah akad nikah dan resepsi (jika diperlukan).

Hal Terpenting Dalam Persiapan Resepsi Pernikahan

Sekarang mari kita  bandingkan. Ada artis mau nikah dan waktu konferensi pers dia bilang “Acaranya nanti sederhana aja kok, cuma mengundang keluarga dan teman-teman dekat…” dan seterusnya. Lalu,Konsepnya juga simple, resepsi di hotel milik keluarga, baju pengantin enggak mewah—cuma 150 juta.” Itu pernikahan sederhana menurut kalangan artis. Sederhana menurutnya tetap saja menghabiskan uang ratusan juta rupiah.

Kalau bagi orang biasa—kayak saya, pernikahan sederhana ya cuma akad nikah mengundang keluarga dan teman dekat, acaranya di rumah pula. Kalau mau bikin resepsi berarti udah enggak sederhana lagi hahaha. Makanya saya bilang pernikahan saya mewah soalnya saya pakai resepsi segala, dengan menyebar 1.500 undangan. Uhuk!

Jadi seberapa sederhana sebuah resepsi pernikahan itu tergantung kemampuan sih kalau menurut saya. Ngomongin pernikahan kan ujung-ujungnya akan mentok di budget. Dan saya suka sedih aja kalau ada orang yang mimpi punya pesta pernikahan yang ‘wah’ padahal kemampuannya biasa aja. Rajin menabung sih iya buat modal nikah, tapi … Read the rest

Read More

Menyentuh Aroma Sejarah Kerajaan Jawa di Museum Ullen Sentalu

Museum adalah satu kata yang identik dengan kuno, ketinggalan zaman dan juga tua. Lekat dengan frasa tua, maka museum menjadi tempat yang jarang menarik minat pengunjung apalagi untuk anak-anak dan orang muda. Memang benar karena kenyataannya museum di Indonesia itu umumnya terkesan hanya dipakai sebagai gudang barang-barang bersejarah dan dipamerkan tanpa penataan dan manajemen yang rapi. Namun meski begitu saya justru lebih tertarik mengunjungi lokasi bersejarah seperti candi, bangunan kuno atau museum selain pergi ke alam bebas. Dan sejauh ini baru ada satu museum yang membuat saya ingin kembali berkunjung yaitu Museum Ullen Sentalu.

Saya mengunjungi museum ini setahun lalu tepatnya 29 Maret 2017. Berpetualang bersama seorang sahabat saya, Devi, kami menuju ke museum yang berlokasi di kawasan Kaliurang itu berbekal Google Map dan sepeda motor. Kami mendatangi Yogyakarta dengan niatan untuk menjelajahi lokasi wisata yang berbeda dari biasanya. Jadi tak ada jadwal ke pantai-pantai dan juga mampir ke candi. . Perjalanan lumayan melelahkan, mungkin sekitar dua jam namun karena suhu udara Kaliurang yang sejuk serta pengalaman di museum yang memesona, membuat kami tak menyesal jauh-jauh ke sana.

Sesampainya di sana, awalnya saya agak underestimate begitu waktu lihat bagian depan museum. Kok kesannya jadul banget dan juga agak seram ya? pikir saya. Terus terang sewaktu memutuskan untuk ke Ullen Sentalu, saya tak banyak browsing atau mencari informasi. Hanya berbekal sebongkah ingatan dari artikel yang pernah saya baca di surat kabar, maka saya memutuskan untuk pergi. Tapi setelah memasuki bagian loket, pesimisme saya buyar. Saya jatuh cinta dari patung perempuan yang terletak di lobi.

 

Dok. Pribadi (di bagian lobi museum)

Pengunjung harus menunggu sekitar lima belas menit sekali sebelum masuk. Rombongan pun dibatasi sampai sekitar belasan orang saja. Satu rombongan akan didampingi guide. Terlihat sekali jika manajemen museum ini sangat rapi dan karena didampingi guide, pengunjung tak harus membaca … Read the rest

Read More