Apakah Olahraga di Rooftop Saat Malam Hari Baik untuk Kesehatan?

Kemarin saya dihubungi seorang pewarta media nasional, dengan tujuan untuk mengetahui pendapat saya sebagai praktisi yoga tentang tren olahraga malam hari di atap bangunan alias rooftop.

Memang saya amati ada komunitas-komunitas yang dengan sengaja membuat jadwal latihan fisik di malam hari dengan tujuan untuk mengakomodasi para pekerja kantoran usia produktif yang ingin tetap bisa berolahraga tetapi tidak sempat melakukannya di pagi hari.

Ada beberapa hal yang menurut saya perlu diperhatikan bagi mereka yang ingin berolahraga di malam hari.

Tidak terlalu dekat dengan jam tidur

Hal pertama yang menurut saya perlu diperhatikan saat berolahraga di malam hari ialah usahakan untuk tidak melakukannya saat mendekati waktu tidur.

Kenapa? Karena tubuh kita ini sudah memiliki irama sirkadian (irama alami kerja tubuh) yang diatur secara alami, dan ditandai dengan terbit dan tenggelamnya matahari. Manusia memiliki kecenderungan sebagai makhluk diurnal, bukan nocturnal. Artinya, manusia itu berkegiatan di pagi sampai petang hari dan begitu matahari sudah tenggelam, tubuh manusia melambatkan kinerjanya untuk fase istirahat yang diperlukan agar tetap bisa berfungsi baik. Karena itulah, manusia tidak bisa disamakan dengan kelelawar atau burung hantu yang nocturnal atau beraktivitas di malam hari.

Saat kita berolahraga terlalu larut dan dekat dengan jam tidur, tubuh kita cenderung hangat dan adrenalin terpacu, sehingga bagi sebagian orang ini justru membuat mereka bersemangat, bukannya tertidur pulas pada malam harinya.

Memang olahraga akan membuat tubuh melepaskan hormon endorfin sehingga membuat kita lebih rileks dan tertidur lebih pulas. Namun, patut diingat bahwa tidak semua orang merasakan efek yang sama. Ada yang mendapati efek overstimulasi sehingga tidur mereka justru terganggu. Ini yang pernah saya alami setelah saya beryoga dengan intens (banyak pose-pose inversi yang lumayan menguras tenaga) di malam hari. Alih-alih merasa rileks dan mengantuk, saya malah melek semalaman dan bersemangat. Jelas esoknya saya justru makin lemas karena kuantitas dan kualitas tidur berkurang. Tentu … Read the rest

Read More

Memangnya Kenapa Kalau Hanya Pernikahan Sederhana?

Hai, kamu akan baca tips dari saya soal resepsi pernikahan sederhana. Boleh percaya boleh enggak sih, soalnya pernikahan saya sendiri enggak tergolong sederhana kayaknya hahahaha. Tapi justru karena saya sudah melewatinya, saya jadi tahu mana yang perlu dan mana yang enggak penting-penting amat dalam sebuah resepsi pernikahan. Jadi buat kamu yang sudah pengin nikah tapi belum melamar atau dilamar, harus baca sampai selesai. Mudah-mudahan setelah ini makin mantap ya…

Sederhana memiliki arti tidak berlebihan dan sedang-sedang saja. Tidak terlalu mewah, tidak terlalu tinggi dan yang pasti tidak melampaui batas kemampuan. Kadar sederhana bisa berbeda pada setiap individu. Sederhana sesuai selera, adat istiadat dan biasanya sesuai dengan budget.

Sedangkan makna dari pernikahan yaitu perkawinan yang dilakukan oleh sepasang manusia—pria dan wanita, sesuai dengan ajaran agama dan hukum yang berlaku. Inti dari menikah adalah kehidupan berdua setelah akad nikah dan resepsi (jika diperlukan).

Hal Terpenting Dalam Persiapan Resepsi Pernikahan

Sekarang mari kita  bandingkan. Ada artis mau nikah dan waktu konferensi pers dia bilang “Acaranya nanti sederhana aja kok, cuma mengundang keluarga dan teman-teman dekat…” dan seterusnya. Lalu,Konsepnya juga simple, resepsi di hotel milik keluarga, baju pengantin enggak mewah—cuma 150 juta.” Itu pernikahan sederhana menurut kalangan artis. Sederhana menurutnya tetap saja menghabiskan uang ratusan juta rupiah.

Kalau bagi orang biasa—kayak saya, pernikahan sederhana ya cuma akad nikah mengundang keluarga dan teman dekat, acaranya di rumah pula. Kalau mau bikin resepsi berarti udah enggak sederhana lagi hahaha. Makanya saya bilang pernikahan saya mewah soalnya saya pakai resepsi segala, dengan menyebar 1.500 undangan. Uhuk!

Jadi seberapa sederhana sebuah resepsi pernikahan itu tergantung kemampuan sih kalau menurut saya. Ngomongin pernikahan kan ujung-ujungnya akan mentok di budget. Dan saya suka sedih aja kalau ada orang yang mimpi punya pesta pernikahan yang ‘wah’ padahal kemampuannya biasa aja. Rajin menabung sih iya buat modal nikah, tapi … Read the rest

Read More

Menyentuh Aroma Sejarah Kerajaan Jawa di Museum Ullen Sentalu

Museum adalah satu kata yang identik dengan kuno, ketinggalan zaman dan juga tua. Lekat dengan frasa tua, maka museum menjadi tempat yang jarang menarik minat pengunjung apalagi untuk anak-anak dan orang muda. Memang benar karena kenyataannya museum di Indonesia itu umumnya terkesan hanya dipakai sebagai gudang barang-barang bersejarah dan dipamerkan tanpa penataan dan manajemen yang rapi. Namun meski begitu saya justru lebih tertarik mengunjungi lokasi bersejarah seperti candi, bangunan kuno atau museum selain pergi ke alam bebas. Dan sejauh ini baru ada satu museum yang membuat saya ingin kembali berkunjung yaitu Museum Ullen Sentalu.

Saya mengunjungi museum ini setahun lalu tepatnya 29 Maret 2017. Berpetualang bersama seorang sahabat saya, Devi, kami menuju ke museum yang berlokasi di kawasan Kaliurang itu berbekal Google Map dan sepeda motor. Kami mendatangi Yogyakarta dengan niatan untuk menjelajahi lokasi wisata yang berbeda dari biasanya. Jadi tak ada jadwal ke pantai-pantai dan juga mampir ke candi. . Perjalanan lumayan melelahkan, mungkin sekitar dua jam namun karena suhu udara Kaliurang yang sejuk serta pengalaman di museum yang memesona, membuat kami tak menyesal jauh-jauh ke sana.

Sesampainya di sana, awalnya saya agak underestimate begitu waktu lihat bagian depan museum. Kok kesannya jadul banget dan juga agak seram ya? pikir saya. Terus terang sewaktu memutuskan untuk ke Ullen Sentalu, saya tak banyak browsing atau mencari informasi. Hanya berbekal sebongkah ingatan dari artikel yang pernah saya baca di surat kabar, maka saya memutuskan untuk pergi. Tapi setelah memasuki bagian loket, pesimisme saya buyar. Saya jatuh cinta dari patung perempuan yang terletak di lobi.

 

Dok. Pribadi (di bagian lobi museum)

Pengunjung harus menunggu sekitar lima belas menit sekali sebelum masuk. Rombongan pun dibatasi sampai sekitar belasan orang saja. Satu rombongan akan didampingi guide. Terlihat sekali jika manajemen museum ini sangat rapi dan karena didampingi guide, pengunjung tak harus membaca … Read the rest

Read More

7 Manfaat Lebih Ketika Menggunakan Transportasi Umum

Mungkin selama ini kita selaku pengguna transportasi umum sering gundah gulana ketika harus memulai hari dengan memikirkan betapa akan macetnya perjalanan nanti. Belum lagi harus berdesakan di kereta, mengejar bus kota, gerah dan sebagainya.

Tapi ada hal-hal yang luput dari perhatian kita sebagai pengguna jalan raya. Bahwa selain untuk mengurangi kemacetan, setidaknya ada 7 manfaat lebih dan nilai pembelajaran bagi kita pengguna transportasi umum. Yang jika diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, sepertinya hidup ini akan semakin baik.

Menghargai Waktu

Kita tidak dapat mengatur supir angkot untuk berkendara sesuai dengan keinginan kita. Mereka bisa suka-suka saja tuh nyetir santai, tidak peduli kalau jam 9 kita sudah harus tiba di lokasi, untuk rapat penting atau bahkan jika selangkah lagi menuju menang tender.

Dulu saya berangkat sekolah jam 5.30, sampai di sekolah kira-kira jam 6.15. Suatu hari saya berangkat 10 menit lebih lama. Kalau secara matematika harusnya saya tiba jam 6.25 kan ya. Tapi kenyataannya saya terlambat, padahal dulu masuk sekolah itu jam 7 loh, bukan jam 6.30 seperti sekarang ini.

Betapa waktu itu sungguh berharga bagi pengguna angkot. Keberangkatan telat 5 menit saja, ceritanya bisa berbeda dari ekspektasi. Maka dengan menggunakan transportasi umum dapat melatih kita untuk selalu menghargai waktu.

Berbagi dan Toleransi

Setiap hari kita berbagi di kendaraan umum. Berbagi ruang dan kursi. Terutama kita wajib memberikan tempat duduk kepada yang lebih membutuhkan yaitu manula, ibu hamil atau yang membawa anak kecil dan penyandang disabilitas.

Dalam hal lain malah ada ya, orang yang suka bagi-bagi cemilan di angkot atau bus. Ini bisa banget dijadikan contoh dan ajang belajar. Belajar berbagi, belajar sabar, belajar toleransi.

Tak jarang pula kita mendapati penumpang lain dengan (maaf) aroma yang kurang sedap. Lalu apakah kita serta-merta mengusir orang itu? Nggak mungkin kan? Disinilah kesabaran kita diuji dan bertoleransi itu lebih baik ketimbang marah-marah nggak Read the rest

Read More