Apakah Menjadi Perempuan Berarti Selalu Wajib Dandan?

Selain pandai mengurus keluarga, seorang perempuan juga memiliki kewajiban lain. Apaan? Perempuan wajib dandan! Eh, yang betul??

Di kalangan teman-teman sejak remaja saya terkenal sebagai perempuan yang enggak pernah dandan. Apa ya, malas banget harus dandan. Ribet gitu loh mesti bedakan setiap kali mau ‘tampil’. Dan karena enggak biasa dandan saya jadi malas mencoba. Alasannya : kurang percaya diri, takut enggak pantas, takut dibilang genit dan satu lagi yang paling takut yaitu takut jerawatan. Hahahahaha.

Lalu saat sudah bekerja saya dandan seperlunya saja. Cuma pakai bedak dan lipstik, tipis-tipis. Saya pikir ‘kerja di balik layar’ jadi enggak perlu heboh gimana-gimana. Pacar juga sudah punya, jadi merasa sudah laku gitu enggak usah menor-menor lah. LOL.

Bagaimana setelah menikah? Masih sama, saya dandan seperlunya saja. Dari pak suami juga tak ada tuntutan khusus saya harus berdandan. Yang penting mah sadar diri saja, jangan kucel dan sebaiknya wangi :P. Sampai titik ini saya merasa bahwa ‘perempuan wajib dandan’ hanyalah teori.

Perihal dandan ini baru saya sadari peranannya justru setelah memiliki anak. Bermula ketika mengajak Hammam ke pasar tekstil di Cipadu. Lalu ada pramuniaga yang ‘kurang percaya’ bahwa saya adalah ibu dari anak lucu dan bermata sipit itu. Eh, mbaknya minta dicakar apa gimana sih? Lubuk hati saya yang terdalam pun akhirnya bertanya ‘Apakah saya lebih mirip pengasuh daripada ibunya? Kurang kece kah saya?’

perempuan wajib dandan

Tanpa make up, jangan dibilang pengasuh, please

Sejak hari itu saya bertekad pakai bedak dan lipstik setiap mau ke pasar. Haha, dulu pergi kuliah enggak mau bedakan karena takut dikira genit. Sekarang ke pasar saja kudu dandan? Dunia terbalik sudah, demi harga diri seorang ibu yang enggak mau terulang lagi kejadian tempo hari itu. Hammam kalau sudah besar nanti bagaimana ya ketika harus mendengar kisah ini? Emaknya bela-belain tampil cantik biar dibilang serasi sama anak. LOL.

ALAT MAKE UP

Read the rest
Read More

Apakah Menjadi Perempuan Berarti Selalu Wajib Dandan?

Selain pandai mengurus keluarga, seorang perempuan juga memiliki kewajiban lain. Apaan? Perempuan wajib dandan! Eh, yang betul??

Di kalangan teman-teman sejak remaja saya terkenal sebagai perempuan yang enggak pernah dandan. Apa ya, malas banget harus dandan. Ribet gitu loh mesti bedakan setiap kali mau ‘tampil’. Dan karena enggak biasa dandan saya jadi malas mencoba. Alasannya : kurang percaya diri, takut enggak pantas, takut dibilang genit dan satu lagi yang paling takut yaitu takut jerawatan. Hahahahaha.

Lalu saat sudah bekerja saya dandan seperlunya saja. Cuma pakai bedak dan lipstik, tipis-tipis. Saya pikir ‘kerja di balik layar’ jadi enggak perlu heboh gimana-gimana. Pacar juga sudah punya, jadi merasa sudah laku gitu enggak usah menor-menor lah. LOL.

Bagaimana setelah menikah? Masih sama, saya dandan seperlunya saja. Dari pak suami juga tak ada tuntutan khusus saya harus berdandan. Yang penting mah sadar diri saja, jangan kucel dan sebaiknya wangi :P. Sampai titik ini saya merasa bahwa ‘perempuan wajib dandan’ hanyalah teori.

Perihal dandan ini baru saya sadari peranannya justru setelah memiliki anak. Bermula ketika mengajak Hammam ke pasar tekstil di Cipadu. Lalu ada pramuniaga yang ‘kurang percaya’ bahwa saya adalah ibu dari anak lucu dan bermata sipit itu. Eh, mbaknya minta dicakar apa gimana sih? Lubuk hati saya yang terdalam pun akhirnya bertanya ‘Apakah saya lebih mirip pengasuh daripada ibunya? Kurang kece kah saya?’

perempuan wajib dandan

Tanpa make up, jangan dibilang pengasuh, please

Sejak hari itu saya bertekad pakai bedak dan lipstik setiap mau ke pasar. Haha, dulu pergi kuliah enggak mau bedakan karena takut dikira genit. Sekarang ke pasar saja kudu dandan? Dunia terbalik sudah, demi harga diri seorang ibu yang enggak mau terulang lagi kejadian tempo hari itu. Hammam kalau sudah besar nanti bagaimana ya ketika harus mendengar kisah ini? Emaknya bela-belain tampil cantik biar dibilang serasi sama anak. LOL.

ALAT MAKE UP

Read the rest
Read More